Tips Memilih Material Yang Tepat Untuk Dapur Anda

Renovasi tidak harus selalu berkaitan dengan perubahan. Hanya dengan sedikit kreativitas saja, niscaya interior ruang di rumah yang Anda impikan bisa segera terwujud.

Seperti misalnya tampilan dapur yang Anda rasa sudah sangat membosankan. Untuk membuatnya segar kembali, sebenarnya ada berbagai cara mudah dan murah meriah yang dapat diikuti. Salah satunya dengan mengecat sebidang tembok di dapur dengan warna yang lebih atraktif.

Alternatif lain, dapur perlu dihasi beberapa pot mungil berisi tanaman herbal yang dipajang dengan cara digantung atau diletakkan dekat jendela. Selain bisa mempercantik dapur karena warna hijau daunnya yang segar, tanaman herbal juga berguna untuk bumbu pelengkap masakan.

Bila keduanya sudah Anda lakukan namun dapur tetap terlihat monoton, kemungkinan ada satu unsur yang luput dari perhatian, yaitu kabinet.

Mark Karas, Presiden dari National Kitchen & Bath Association sekaligus General Manager Adams Kitchens, perusahaan renovasi yang berbasis di Stoneham, Massachusetts, mengungkapkan bahwa sentuhan pada kabinet bisa mengubah kesan seperti dikutip elledecor.com.

Akan tetapi memilih kabinet yang ideal untuk dapur Anda tidak semudah yang dibayangkan. Variasi material berikut cara perawatannya harus diketahui secara detail, agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

  1. Kabinet kayu

Di Indonesia, kabinet kayu yang beredar di gerai furnitur umumnya berlapis veneer, sementara material pintu rata-rata menggunakan kayu solid.

Dengan menampilkan pola serat kayu yang indah, veneer mampu tampil lebih alami dibandingkan bahan lain. Menariknya lagi, material ini dapat dipakai pada permukaan yang luas, lengkung, berkelok atau untuk sudut-sudut yang sulit.

Kayu bisa dikatakan sebagai bahan terbaik untuk lemari dapur, karena sifatnya yang cocok dengan kondisi apapun serta lebih tahan lama. Terlebih bagi Anda yang menginginkan dapur bernuansa klasik.

Opsi: Kabinet kayu bisa dirancang sesuai keinginan Anda (customized), tergantung kemampuan tukang di toko mebel yang Anda percaya.

Beberapa yang ready stock biasanya menawarkan finishing alami, sedikit noda, atau bahkan telah dicat sepenuhnya.

Kelebihan: Jika terdapat goresan cara memperbaikinya sangat mudah. Anda dapat mengecat bagian yang tergores dengan warna senada untuk mengembalikan tampilan semula.

Kekurangan: Kelembaban pada bahan kayu kerap menyebabkan engsel goyah dan copot seiring berjalannya waktu.

Perawatan: Noda dapat dihilangkan dengan cara mengelapnya menggunakan cairan sabun cuci piring dan air hangat.

source: Pinterest.com
  1. 2Kabinet eco-friendly

Sebagian besar kabinet dapur terbuat dari Particle Board yang menggunakan Urea-Formaldehid dalam proses pembuatannya. Ini merupakan salah satu contoh resin yang ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan penghuni rumah.

Resistensinya terhadap kadar air (moisture) apalagi jika dikombinasikan dengan panas dari aktivitas memasak, bisa memicu reaksi balik dan melepaskan monomer yang belum sempurna. Monomer inilah yang menyebarkan racun, sehingga berpotensi menyebabkan kanker bagi anggota keluarga.

Maka dari itu, sebaiknya pertimbangkan penggunaan kabinet bermaterial ramah lingkungan untuk dapur Anda. Misalnya bahan daur ulang yang mudah diperbaharui seperti bambu.

Opsi: Tergantung selera, kabinet jenis ini bisa ditemukan dalam berbagai model atau kustom.

Kelebihan: Mengurangi tingkat zat karbondioksida di dapur Anda.

Kekurangan: Harga yang lebih mahal dibanding kabinet kayu

Perawatan: Rutin membersihkannya dengan kain lembab minimal seminggu sekali.

source: Pinterest.com
  • Kabinet laminasi

Kabinet berbahan dasar lapisan laminasi dapat hadir elegan dengan berbagai macam warna, corak, dan tekstur. Saat ini, bahan laminasi semakin menjadi alternatif pilihan untuk dapur bergaya minimalis.

Opsi: Kebanyakan kabinet jenis ini berwarna putih atau gading. Untuk tampilan yang lebih menawan dan ceria coba poles dengan warna lain sesuai keinginan. Teksturnya pun bisa diganti menjadi lebih matte, granular, atau glossy.

Kelebihan: Tahan lama dan tahan terhadap noda.

Kekurangan: Cukup sukar diperbaiki saat terjadi kerusakan, karena seperti namanya bahan laminasi terdiri atas beberapa lapis kayu tipis, kertas dekoratif, dan perekat plastik.

Perawatan: Kabinet laminasi dapat dibersihkan lebih mudah daripada lemari kayu. Permukaan yang halus dan keras merespon kain lembab dengan baik

Kotoran, debu, tumpahan, bintik-bintik air atau makanan dapat dibersihkan dengan mudah dan tidak meresap.

source: Pinterest.com
  • Kabinet metal/ logam

Bahan logam yang sering digunakan untuk kabinet dapur adalah stainless steel dan aluminium. Khusus pada sebuah tema dapur modern, penggunaan bahan aluminium terbukti paling ideal.

Opsi: Anda bisa memilih kabinet logam yang kuat akan kesan modern, atau model lain yang serasi dengan gaya dapur di rumah.

Kelebihan: Kuat, ringan, dan anti rayap. Selain itu harganya pun lebih bersaing dengan kayu.

Kekurangan: Apabila tergores cukup dalam atau penyok, agak sulit untuk mengembalikannya keadaannya seperti tampak awal.

Perawatan: Gunakan kain berdaya serap tinggi serta bahan anti kuman untuk membersihkan kotoran yang melekat. Namun untuk menjaga permukaanya tetap licin dan mengkilap, Anda bisa memakai cairan cleaner khusus.

source: Pinterest.com

Sumber: https://www.rumah.com/berita-properti/2016/5/126388/cermat-memilih-kabinet-dapur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp